Senin, 09 April 2012

macam macam konflik


BAB II
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami, sehingga kliping, “Contoh Macam Konflik” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kliping ini disusun dan dibuat berdasarkan kejadian-kejadian nyata yang terjadi di sekitar kita, serta disesuaikan dengan materi-materi kompetensi pembelajaran yang ada. Adapun maksud dan tujuan materi-materi tersebut adalah untuk dapat menambah pengetahuan serta wawasan penyusun dan pembaca lainnya dalam belajar memahami masalah konflik, juga untuk mendewasakan diri dalam menghadapi konflik secara nyata yang bisa timbul kapan saja.
Sepenuhnya kami menyadari, bahwa hasil akhir dari pada penyusunan kliping ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, oleh karenanya kami selalu mengharap dan menerima kritik serta saran dari para pembaca sekalian demi perbaikian penyusun kedepannya.
Akhirnya dengan kelegaan hati, penyusun ucapkan selamat membaca kepada pembaca pada umumnya.

Terimakasih.





PENDAHULUAN

A.PENGERTIAN KONFLIK
Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul(configere),secara lebih luas konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha bersaing  dengan cara menyingkirkan atau menghancurkan pihak lawan.Sebagai proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh individu yang terlibat dalam suatu interaksi.
Konflik sosial dapat diartikan menjadii dua hal,yaitu: 1.Perspektif/sudut pandang yang menganggap konflik selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosial ; 2.Konflik sosial merupakan pertikaian terbuka seperti perang,revolusi,pemogokan,dan gerakan perlawanan.
Bentuk-bentuk konflik mmenurut Lewis A.Coser: 1.Konflik realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntunan yang terdapat dalam hubungan sosial,misalnya adanya pemogokan buruh tmelawan majikanya ; 2.Konflik non realstis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonis melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan tegangan,misalnya upaya mencari kambing hitam yang sering terjadi dalam masyarakat atau balas dendam menggunakan ilmu ghoib.
Faktor-faktor yang menyebabkan konflik:
1.Perbedaan individu
2.Perbedaan latar balakang kebudayaan
3.Perbedaan kepentingan
4.Perubahan nilai yang cepat
Menurut Ursula Lehrn(1980)kemungkinan-kemungkinan yang dapat menimbulakan konflik antara lain:konflik dengan orang tau sendiri,konflik dengan anak-ank sendiri,konflik dengan sanak keluarga,konflik dengan orang lain,konflik antara suami dengan isteri,konflik disekolah,konflik dalam pemilihan pekerjaan,konflik agama,dan konflik pribadi.

1.Konflik Indonesia VS Malaysia
Terdengar suatu yang biasa jika kita melihat kata dari judul diatas, entah karena ulah si Indonesia atau si Malaysia, namun sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya belum pernah merasakan suatu pemicu perang dingin yang dibuat oleh Indonesia, semua berasal dari Malaysia. Mulai dari perebutan ambalat, malaysia meng-klaim kesenian reog ponorogo sebagai kesenian asli malaysia, malaysia memasukkan tari pendet dalam iklan pariwisatanya, penganiayaan dan pembunuhan TKI, kasus manohara, dan pencurian sumber daya alam baik itu pulau maupun lautan merupakan penyebab konflik kedua negara ini. Penghadangan dinas kelautan yang baru kali ini terjadipun telah membuat panas hubungan kedua negara, ditambah lagi pelemparan tahi (kotoran manusia) ke gedung Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.
Merupakan topik yang panas di forum-forum yakni perdebatan antara warga Indonesia dengan warga Malaysia, mereka saling ejek mengejek menjunjung tinggi negaranya masing-masing. Beberapa ejekan yang sangat menyayat hari adalah ditemukannya blog asal Malaysia yang menghina secara dalam warga Indonesia. Blog ini saya temukan di blognya mas Bunglon yang beralamatkan di :http://indonbodoh.blogspot.com
Saya harap seluruh blogger maupun warga Indonesia khususnya untuk mengunjungi dan membaca seluruh tulisan yang ada dalam blog tersebut. Saya pribadi sama sekali tidak terima dengan semua kata-kata yang ada didalamnya. Dalam chatting dengan warga Malaysia, teman saya pernah diejek bahwasanya “Indonesia adalah warga buruh dan akan menjadi buruh untuk selama-lamanya”  Para warga di Kalimantan utara merasa bahwa mereka dianak tirikan dan tidak diperhatikan oleh pemerintah Indonesia sehingga kebanyakan mereka menyekolahkan anaknya dan berbelanja kebutuhan sehari-hari di negara tetangga. Mereka berjanji tidak akan pernah ikut pemilu untuk selama-lamanya karena siapapun pemimpin yang mereka pilih tidak pernah peduli akan kemakmuran rakyat di daerah tersebut. Siapa yang salah kali ini?     Saya tidak ingin memperpanas suatu keadaan yang sudah panas karena saya bukanlah orang yang bijak. Saya hanya ingin mengajak kedua belah pihak untuk berpikir.  Kita ini manusia diciptakan lengkap dengan akal dan pikiran, bisakah kita menghargai Negara lain, kita sama-sama hidup di dunia ini dan kita bukanlah zat yang terkuat di dunia ini. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan perang dan perang, adu senjata, bunuh membunuh, menyiksa satu sama lain ataupun salah satu pihak masih banyak cara yang mulia yang dapat kita gunakan. Gunakanlah Otakmu!
Sesuatu yang patut dipertimbangkan bagi kedua belah pihak adalah :1.Setiap perselisihan antar negara hendaknya diupayakan dengan jalan negosiasi; 2.Bila negosiasi bilateral menjadi buntu, maka perlu dilibatkan pihak ketiga, apakah itu PBB, negara perantara, dsb; 3.Perlunya kekuatan militer yang signifikan agar menjadi daya penggetar bagi negara tetangga maupun negara manapun untuk tidak memulai konflik dengan negara kita.
“Hanya sebuah opini”
Sumber gambar : http://deka.web.id
2.Contoh Konflik Antar Individu
Kali ini saya akan menulis blog tentang konflik,dan contoh konflik yang angkat kali ini yaitu tentang konflik antar individu. Dahulu..dilingkungan saya,saya mempunyai 2 orang teman sebut saja dia si “A” dan si “J”.Si A tinggal di depan rumah saya dan si J tinggal di sekitar 50 meter dari rumah saya.Sebenernya kali ini saya tidak akan menceritakan konflik antara kedua anak ini tetapi saya akan menceritakan konflik antara kedua orang tuanya! Hahaha.Mengapa kedua jadi orang tuanya yang ribut? Penasaran kan sama ceritanya? Berikut ini adalah ceritanya : Sudah sering kali saya mendengar keributan di depan rumah saya,dan orangnya pasti dia-dia lagi(orang tua si A dan J).Akan tetapi,saya tidak akan menceritakan konflik semuanya dan saya akan mengambil salah satu saja. “Cerita ini saya ambil sekitar 5 tahun yang lalu.Pada saat itu saya dan teman-teman saya akan membuat kostum futsal ,dan kebetulan sekali yang memegang uangnya itu si A.Dan hari demi hari berlalu sampai 1 bulan lamanya baju itu tidak kunjung jadi .Saya pun bersama teman teman saya yang lain mencoba bersabar dan tidak berpikiran yang macam terhadap si A.Akan tetapi si J tiba-tiba mengeluarkan suatu pendapat yang sangat pedas bahwa kata dia duit baju tersebut mungkin di pake untuk keperluan pribadi dan tidak di setorkan ke tempat konveksi.Singkat cerita pendapat si J itu benar dan terbukti bahwa duit baju tersebut tidak disetorkan ke tempat konveksi.Saya dan teman-teman saya yang lain pun kesal dan segera meminta duit itu kembali,tetapi duit itu pun tidak segera di pulangkan sampai berbulan-bulan.Nah,selang beberapa hari kemudian pas saya habis pulang sekolah saya mendengar ada keributan di depan rumah saya,dan saya pun penasaran dan langsung ke TKP! Dan pas saya tanya ke tetangga saya yang lain bahwa keributan ini dipicu oleh karena sang ibunda si J tidak terima kalo duit baju anaknya diselundupkan untuk keperluan pribadi si A” Cara Penyelesaiannya : Akhirnya, masalah konflik kedua orang tua si A dan si Jdapat diselesaikan oleh RT setempat dengan cara menasehati kedua pihak tersebut dan memberikan jalan keluar yang terbaik.Dan sekarang pun si A sudah tidak tinggal di lingkungan saya lagi. Sekian sampai disini aja yah ceritanya,mau tau cerita-cerita yang lain? Tanya aja langsug sama sayanya! hihihi




3.KONFLIK AHMADIYAH DI INDONESIA
Peristiwa yang baru terjadi adalah konflik antara umat Ahmadiyah sebagai salah satu bentuk aliran/ ajaran agama baru dengan umat muslim Indonesia. Yang berakibat besar pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Ahmadiyyah atau sering juga ditulis dengan Ahmadiyah, merupakan salah satu gerakan Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908). Ajaran ini lahir pada tahun 1889 disebuah kota kecil yang bernama Qadian di Negara bagian Punjab, India.    Para pengikut Ahmadiyah yang disebut dengan Ahamadi atau Muslim Ahmadi, terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama ialah “Ahmadiyah Muslim Jamaat” (jamaat Qadian). Pengikut kelompok ini di Indonesia membentuk organisasi bernama Jamaat Ahmadiyah Indonesia, yang berbadan hukum sejak 1953 (SK Menteri Kehakiman RI No. JA 5/23/13 Tgl. 13-3-1953). Kelompok kedua ialah “Ahmadiyah Anjuman Isha'at-e-Islam Lahore" (Ahmadiyah Lahore). Pengikut kelompok ini di Indonesia membentuk organisasi bernama Gerakan Ahmadiyah Indonesia yang berbadan hukum Nomor I x tanggal 30 April 1930. Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah satu organisasi keagamaan internasional yang telah tersebar ke lebih dari 185 negara di dunia. Pergerakan Jemaat Ahmadiyah dalam Islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia dan Eropa. Saat ini jumlah keanggotaannya di seluruh dunia lebih dari 150 juta orang.     Ajaran Ahmadiyah telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1925 di mulai dari provinsi Sumatra Utara. Yaitu adanya pemuda muslim Indonesia yang menuntut ilmu di India, tepatnya di daerah di mana ajaran Ahmadiyah berkembang. Dengan adanya hal tersebut, banyak pemuda Indonesia yang di ajak bergabung dan ikut ke dalam ajaran tersebut. Namun, sejak tahun 1980 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat. Dan ditegaskan kembali pada tahun 2005 oleh MUI bahwa “ ajaran Ahmadiyah baik golongan Qodiyani maupun Lohore keluar dari ajaran Islam, sebagai ajaran sesat dan menyesatkan”.          Hal ini terjadi karena ajaran Ahmadiyah tersebut memiliki bentuk ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran. Yaitu adanya pengakuan Mirza Ghulam Ahmad  sebagai seorang mujaddid (pembaharu) dan seorang nabi yang tidak membawa syariat baru. Mengimani bahwa “Tadzkirah” yang merupakan kumpulan sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad adalah kitab sucinya dan berkedudukan sederajat dengan Al-Quran sebagai kitab suci dari nabi Muhammad SAW. Dan mengimani bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat suci sebagaimana Mekah dan Madinah. Serta bentuk-bentuk ajaran lainnya yang sangat bertentangan dengan ajaran yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran.      Pertentangan pun terjadi antara umat muslim (islam) dengan umat jemaat Ahmadiyah. Pelarangan dan pemutusan secara hukum terhadap ajaran Ahmadiyah tidak menjadikan para penganut ajaran Ahmadiyah tersebut menghentikan kegiatan ajaran keagamaan, namun menghiraukan saja kondisi tersebut. Hingga pada akhirnya sering terjadi konflik dan pertikaian antara umat muslim Indonesia yang tergabung dalam front pembela islam Indonesia dengan jemaat Ahmadiyah. Pengrusakan, penghancuran, penganiayaan, perampasan segala bentuk benda dalam kegiatan peribadatan sering kali terjadi. Sampai terjadinya pertumpahan darah didalam konflik tersebut, baik dari pihak Ahmadiyah sebagai pemicu konflik dan juga pihak muslim Indonesia. Ketegangan-ketegangan terus terjadi Karena umat Ahmadiyah tetap saja bersikukuh terhadap pendiriannya, yaitu tetap menjalankan kegiatan keagamaan di dalam masyarakat. Meskipun berdasarkan atas nama Pemerintah Indonesia, Menteri Agama, Menteri Luar Negeri, dan Jaksa Agung Indonesia pada tanggal 9 Juni 2008 telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama, yang memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan islam, dan merujuk para umat jemaat Ahmadiyah untuk kembali ke dalam ajaran Islam yang hakiki dan sejati.  Namun, segala bentuk konflik yang terjadi antar umat beragama dapat dicegah dan dihentikan. Yaitu adanya pembinaan baik organisasi dan masyarakatnya agar siap menerima perbedaan dan tidak memaksakan keyakinan. Selalu melakukan menyelesaikan konflik ketegangan dengan jalur hukum secara tuntas. Mengoptimalisasikan SKB (Surat Keputusan Bersama) dengan membuatkan Undang-Undang baru terkait bentuk ajaran-ajaran baru (Ahmadiyah) atau aliran sesat yang kerap kali menjadi pemicu konflik. Dan membuat dialog-dialog untuk kepentingan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang bagi kerukaunan beragama. Diutamakan dialog yang difasilitasi oleh pemerintah. Dan dengan kesadaran pribadi tidak melakukan tindakan anarkis terhadap sesama dan mematuhi setiap keputusan hukum yang keluarkan oleh pemerintah berkaitan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
http://ukm-pp.blogspot.com/2011/02/konflik-ahmadiyah-di-indonesia.html

















4.Pembunuhan Reffi Efek Persaingan
Pembunuhan terhadap sesama anggota keluarga, dalam hal ini saudara sekandung, merupakan efek dari sibling rivalry atau persaingan dan pertikaian saudara kandung.    Komunikasi antara orang tua dan anak-anaknya menjadi cara ampuh untuk menghindari konflik saudara sekandung. Kasus pembunuhan yang dilakukan VNE, 20, terhadap Reffi Naldo, 13, adik kandungnya, Senin (6/2) malam lalu,merupakan salah satu contoh terjadinya persaingan serta pertikaian saudara sekandung. Psikolog forensik dari Universitas Bina Nusantara Reza Indragiri Amriel menjelaskan, pada dasarnya setiap keluarga yang memiliki anak lebih dari satu memang sangat lazim terjadi sibling rivalry. Peran orang tua dalam mendidik dan mencegah konflik sangatlah penting. Caranya tentu saja dengan menjalin komunikasi antara orang tua dan anak-anaknya. ”Anak-anak akan mampu memecahkan masalah dengan akal sehat, bila orang tua selalu menjalin komunikasi,” tukasnya. Komunikasi yang baik diyakini akan menjadi daya tangkal terhadap sikap agresivitas seseorang yang mengarah pada timbulnya kekerasan. Untuk kasus pembunuhan Reffi , Reza menilai tidak lengkapnya keberadaan orang tua korban dan pelaku menjadi satu masalah lain dan berpengaruh terhadap tumbuh- kembang anak. Namun, hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan lingkungan yang baik. ”Usia sang kakak masih 20 tahun, dalam usia ini tingkat emosi sangat labil,” ujarnya. Ketidaklengkapan orang tua dan tingkat emosi yang labil, seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari orang tua serta lingkungan mereka tinggal. Reza menegaskan, kasuskasus pembunuhan dalam keluarga memang bermula dari lingkungan yang memang kurang sehat. Sementara itu,Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh menuturkan, kasus kekerasan terhadap anak atas dasar apa pun,apalagi hingga menyebabkan kematian, tidak bisa ditoleransi. Meskipun sang kakak yang membunuhnya, pertanggungjawaban hukum atas tindak pidananya harus dilakukan. “Kasus pembunuhan yang terjadi itu, sebenarnya adalah puncak dari salahnya pendidikan keluarga dan lingkungan,” tegasnya. Kondisi seseorang dinilainya merupakan buah dari pengasuhan keluarga dan lingkungan yang kurang sehat.Bila dalam keluarga memang tidak sanggup tanggung jawab, keluarga terdekat dan lingkungan harus berpartisipasi dalam mengawasi dan memberikan pelajaran. Asrorun berharap ke depan perlu ada kesadaran bahwa institusi keluarga merupakan benteng terkuat untuk memberikan hak-hak anak.Di bagian lain,VNE mendatangi rumah sekaligus lokasi kejadian pembunuhan di Jalan H Jian RT 4/7,Cipete Utara,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Kamis (9/2) malam. Dikawal dua polisi wanita, VNE yang mengenakan kaus putih dan celana panjang hitam datang sesaat sebelum acara tahlilan digelar keluarganya. VNE bergegas ke lantai dua menuju kamar untuk mengambil sejumlah pakaian. “Dia datang meminta maaf kepada saya,karena telah pembunuh adiknya,” ujar Asih, nenek korban dan tersangka.Menurutnya, sejak 2002 lalu setelah sang ibu meninggal dunia, dirinya meminta kedua cucunya itu untuk tinggal bersama. Wanita berusia 65 tahun ini tidak bisa menutupi kesedihannya ditinggal Reffi yang sejak usia empat tahun telah dirawatnya. Bahkan,Asih merupakan orang yang mengantar Reffi saat pertama duduk di bangku SD. Ketika duduk di bangku kelas empat SD, Reffi enggan untuk kembali melanjutkan sekolah lantaran malu tidak naik kelas. ”Saya tidak menyangka bila VNE yang membunuh adiknya.Keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” ujarnya. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan menjelaskan, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan VNE di Polda Metro Jaya. AKBP Budi Irawan belum dapat memastikan kapan jadwal pemeriksaan itu dilakukan, bergantung kesiapan penyidik. Terkait pendalaman motif pembunuhan tersebut, AKBP Budi Irawan menyebutkan motifnya masih karena dendam diejek sang adik ketika berebut kaus kaki. “Seandainya ada helmi syarif _motif lain, kami masih menyelidiki,” terangnya.





5.Penusukan Pendeta Bukan Konflik Agama

Insiden tentang Pendeta ditusuk yang beredar baru-baru saja ini bukan merupakan konflik agama. Dijelaskan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Timur Pradopo mengatakan peristiwa penusukan pendeta Hasean Lombantoruan merupakan aksi kriminal murni. Polisi juga sudah berhasil menangkap dua dari delapan pelaku yang melakukan aksi penyerangan terhadap pendeta HKBP tersebut.
Penusukan Pendeta


Seperti yang diberitakan sebelumnya, penusukan terhadap Pdt Sihombing terjadi saat ia sedang berjalan kaki ketika hendak memimpin ibadah di HKBP Ciketing, Bekasi. Beberapa saat sebelum tiba di gereja, pengendara sepeda motor datang dan menusuk perut kanan Sihombing.
Jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi menjadi korban penusukan oleh orang yang tidak dikenal di daerah Ciketing Mustika Jaya, Bekasi. Usai penusukan, para pelaku yang menggunakan motor langsung melarikan diri. Namun, dua pelaku berhasil ditangkap.




6.KONFLIK POSO
Ada fakta sejarah yg sangat menarik bahwa gerakan kerusuhan yg dimotori oleh umat Kristen di mulai pada awal Nopember 1998 di Ketapang Jakarta Pusat dan pertengahan Nopember 1998 di Kupang Nusa Tenggara Timur kemudian disusul dgn peristiwa penyerengan umat Kristen terhadap umat Islam di Wailete Ambon pada tanggal 13 Desember 1998. Dan 2500 massa Kristen di bawah pimpinan Herman Parino dgn bersenjata tajam dan panah meneror umat Islam di Kota Poso Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Desember 1998. Apakah peristiwa ini realisasi dari pidato Jendral Leonardo Benny Murdani di Singapura dan ceramah Mayjend. Theo Syafei di Kupang Nusa Tenggara Timur? Tetapi yg jelas Presiden B.J. Habibie yg menurut L.B. Murdani lbh berbahaya dari gabungan Khomaeni Saddam Husein dan Khadafi baru berkuasa 6 bulan saja sehingga perlu digoyang dan kalau perlu dijatuhkan. Apabila fakta-fakta ini dikembangkan dgn lepasnya Timor-Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka serta tulisan Huntington 1992 setelah Uni Sovyet yg menyatakan bahwa musuh yg paling berbahaya bagi Barat sekarang adl adalah umat Islam; dan tulisan Jhon Naisbit dalam bukunya Megatrend yg menyatakan bahwa Indonesia akan terpecah belah menjadi 28 negara kecil-kecil; maka dapat disimpulkan bahwa peristiwa kerusuhan-kerusuhan tersebut adl suatu rekayasa Barat-Kristen utk menghancurkan umat Islam Indonesia penduduk mayoritas mutlak negeri ini. Kehancuran umat Islam Indonesia berarti kehancuran bangsa Indonesia dan kehancuran bangsa Indonesia berarti kehancuran/kemusnahan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Oleh krn itu penyelesaian kerusuhan/konflik Indonesia khususnya Poso tidak sesederhana sebagaimana yg ditempuh oleh Pemerintah RI selama ini sehingga tiga tahun konflik itu berlangsung tidak menunjukkan tanda-tanda selesai malah memendam “bara api dalam sekam”. Hal ini bukan saja ada strategi global di mana kekuatan asing turut bermain tetapi ada juga ikatan agama yg sangat emosional turut berperan. Sebab agama menurut Prof. Tilich “Problem of ultimate Concern” sehingga tiap orang pasti terlibat di mana obyektifitas dan kejujuran sulit dapat diharapkan. Karenanya penyelesaian konflik Poso dgn dialog dan rekonsiliasi bukan saja tidak menyelesaikan konflik tersebut sebagaimana pernah ditempuh tetapi malah memberi peluang kepada masing-masing pihak yg berseteru utk konsolidasi kemudian meledak kembali konflik tersebut dalam skala yg lbh luas dan sadis. Konflik yg dilandasi kepentingan agama ditambah racun dari luar apabila diselesaikan melalui rekonsiliasi seperti kata pribahasa bagaikan membiarkan “bara dalam sekam” yg secara diam-diam tetapi pasti membakar sekam tersebut habis musnah menjadi abu.   Pada tanggal 28 Desember 1998 Herman Parino membawa jemaahnya sebanyak 1.000 orang utk memasuki Kota Poso tetapi dicegah oleh Polisi Brimob akibatnya mereka berpencar di luar Kota Poso sebagian dari jemaat gereja meyerang Ummat Islam di desa Buyung Katedo Kecamatan Lage Poso Kabupaten Poso. Penyerangan ini membunuh warga Muslim dan membakar rumah-rumah orang-orang Islam. Jemaat gereja yg masih berkeliaran di luar Kota Poso merasa belum puas terhadap penyerangan desa Buyung Katedo pada tanggal 27 Mei 2000 maka mereka menyerang kembali umat Islam di desa tersebut pada tanggal 3 Juli 2000 dgn jalan membunuh dgn sadis anak-anak wanita-wanita dan orang-orang tua sebanyak 14 orang. Kemudian membakar masjid dan rumah-rumah yg masih tersisa.  Dalam peningkatan konsolidasi umat Kristen Gereja Kristen Sulawesi Tengah membentuk Crisis Centre GKST dipimpin oleh Pendeta Renaldy Damanik. Tidak lama setelah Crisis Centre berdiri maka umat Kristen menyerang Pondok Pesantren Walisongo di desa Sintuwu Lemba Poso dgn membantai umat Islam dan membakar pondok Pesantren tersebut.          Pada tanggal 6 Agustus 2001 171 orang delegasi Pendeta Kristen yg tergabung dalam Gereja Kristen Sulawesi Tengah mendatangi Pemerintah Daerah Kabupatan Poso utk menuntut supaya Kabupaten Poso dibagi dua 50 % utk umat Kristen dan 50 % utk ummat Islam.                  Sesuai dgn janji umat Kristen bahwa ummat Islam boleh kembali de daerah-daerah yg dikuasai umat Kristen seperti kecamatan Tentena Poso dgn aman dan selamat; maka Drs. Hanafi Manganti pulang ke daerah Tentena ternyata ia dibunuh dgn sadis; dan bersamanya terbunuh pula seorang wanita muslimah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 Agustus 2001.         Pada tanggal 20 Agustus 2001 umat Islam yg sedang memetik cengkeh di kebunnya di desa Lemoro Kecamatan Tojo Kabupaten Poso diserang oleh 50-60 orang umat Kristen yg berpakaian hitam-hitam membunuh dua orang Muslim dan mengobrak-abrik rumah-rumah orang Islam. Pengungsi Laporan US Comitte of Refugees tentang Indonesia yg diterbitkan Januari 2001 menyebutkan dalam kerusuhan/konflik Poso yg terjadi selama tiga tahun belakangan ini pihak Muslim telah menderita secara tidak seimbang. Dalam laporan itu disebutkan jumlah pengungsi akibat konflik Poso kini sebanyak hampir 80.000 orang dan diperkirakan 60.000 orang adl Muslim.          Para pengungsi ini hidup menderita tanpa kejelasan masa depan mereka; dan mereka kehilangan hak-haknya berupa tanah kebun coklat cengkih kopra rumah harta benda bahkan nyawa sanak-saudaranya. Bantuan makanan obat-obatan sangat terbatas sehingga penyakit senantiasa menghantui mereka. Bantuan hukum umtuk meminta keadilan praktis tidak ada. Bahkan nyawa mereka terancam tiap saat karena diserang pasukan kelelawar Merah .





7.TRAGEDI AMBON-MALUKU BERDARAH
Tragedi berdarah di Ambon dan sekitarnya bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum peristiwa Iedul Fithri 1419H berdarah, tercatat beberapa peristiwa penting yang dianggap sebagai pra-kondisi, bahkan jauh ke belakang pada tahun 1995. Beberapa peristiwa itu (sebagian) adalah sebagai berikut.1)
15 Juni 1995: Desa berpenduduk Islam, Kelang Asaude (Pulau Manipa), diserang warga Kristen Desa Tomalahu Timur, pada waktu Shubuh. Penyerangan dikoordinasikan oleh empat orang yang nama-namanya dicatat oleh MUI.
21 Pebruari 1996 (Hari Raya Iedul Fithri) : Desa Kelang Asaude diserang lagi. Serangan dilakukan oleh warga Tomahalu Timur dengan menggunakan batu dan panah. Tiga hari sebelumnya, serombongan orang yang dipimpin oleh sersan (namanya tercatat) datang ke Desa Asaude, menangkap raja (kepala desa) berikut istri dan anak-anaknya. Mereka menggeledah isi rumah dan menginjak-injak peralatan keagamaan.
18 Nopember 1998: Korem 174 Pattimura didemo. Sejumlah besar mahasiswa Unpatti (Universitas Pattimura) dan UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku), yang dimotori oleh organisasi pemuda dan mahasiswanya menghujat Danrem Kolonel Hikayat. Demonstrasi berlangsung dua hari. Mereka membakar beberapa mobil keamanan, melukai tukang becak, dan merusak serta melempari kaca kantor PLN Cabang Ambon. Jatuh korban luka-luka, baik di pihak mahasiswa maupun kalangan ABRI.               Beberapa bulan sebelumnya, berlangsung desas-desus dan teror. Isu pengusiran orang-orang Bugis-Buton-Makassar (BBM) sudah beredar di tengah masyarakat yang membuat gelisah banyak orang. Mereka kurang bisa membedakan suku Bugis dan Makassar. Kedua suku ini sebenarnya adalah satu. Orang-orang Muslim suku lain (non-Maluku) juga diisukan untuk diusir. Produksi pesanan senjata tajam ditengarai sangat tinggi. Pesanan dilakukan oleh kelompok tertentu.                  Isu pengusiran BBM memang berbau SARA, terutama yang menangkut suku dan agama. Entah bagaimana awalnya dari dalam Gereja. yang tepat, isu BBM bertiup dengan kencang dari kalangan Kristen, bahkan kabarnya disuarakan oleh Gereja.
Menjelang akhir Nopember 1998: Sekitar 200 preman Ambon dari Jakarta, yang bekerja sebagai penjaga keamanan tempat judi pulang kampung. Merekalah yang memulai bentrok dengan penduduk Ketapang (Jakarta). Karena umat Islam Jakarta marah, mereka dikepung. Beberapa darinya tewas. Sejumlah besar yang lain diminta masyarakat agar dievakuasi oleh aparat keamanan. Sebagian dari mereka - sekitar 200 orang - inilah yang pulang ke Ambon.

8.Tragedi Semanggi
Korban tragedi semanggi I
Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka - luka.
Pada bulan November 1998 pemerintahan transisi Indonesia mengadakan Sidang Istimewa untuk menentukan Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan yang akan dilakukan. Mahasiswa bergolak kembali karena mereka tidak mengakui pemerintahan B. J. Habibie dan tidak percaya dengan para anggota DPR/MPR Orde Baru. Mereka juga mendesak untuk menyingkirkan militer dari politik serta pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru.
Masyarakat dan mahasiswa menolak Sidang Istimewa 1998 dan juga menentang dwifungsi ABRI/TNI. Sepanjang diadakannya Sidang Istimewa itu masyarakat bergabung dengan mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Peristiwa ini mendapat perhatian sangat besar dari seluruh Indonesia dan dunia internasional. Hampir seluruh sekolah dan universitas di Jakarta, tempat diadakannya Sidang Istimewa tersebut, diliburkan untuk mencegah mahasiswa berkumpul. Apapun yang dilakukan oleh mahasiswa mendapat perhatian ekstra ketat dari pimpinan universitas masing-masing karena mereka di bawah tekanan aparat yang tidak menghendaki aksi mahasiswa.
9.Papua Konflik
Konflik Papua adalah etnis separatis pemberontakan di Indonesia , terutama di Papua dan Papua Barat provinsi di Pulau Nugini . Sejak penarikan penjajah Belanda pada tahun 1963, Pejuang Papua Merdeka (OPM) organisasi telah melakukan kampanye tingkat rendah serangan terhadap pos-pos pemerintah, bisnis, dan warga sipil. OPM pendukung telah melakukan protes dan berbagai upacara pengibaran bendera untuk kemerdekaan atau federasi dengan Papua Nugini , dan menuduh pemerintah Indonesia kekerasan sembarangan dan menekan kebebasan mereka berekspresi.Pada bulan Desember 1949, pada akhir dari Revolusi Nasional Indonesia , maka Belanda sepakat untuk mengakui kedaulatan Indonesia atas wilayah bekas Hindia Belanda , dengan pengecualian Barat New Guinea , dimana Belanda terus terus sebagai Nugini Belanda . Pemerintah Indonesia nasionalis berpendapat bahwa itu adalah negara penerus untuk seluruh Hindia Belanda dan ingin mengakhiri kehadiran kolonial Belanda di Nusantara. Belanda berpendapat bahwa orang Papua adalah etnis yang berbeda  dan bahwa Belanda akan terus mengelola wilayah sampai mampu menentukan nasib sendiri. Dari 1950 tentang Belanda dan kekuatan Barat sepakat bahwa orang Papua harus diberikan negara merdeka, namun karena pertimbangan global, terutama pemerintahan Kennedy keprihatinan untuk menjaga Indonesia di situs mereka dari Perang Dingin , Amerika Serikat menekan Belanda untuk mengorbankan kemerdekaan Papua dan mentransfer negeri ke Indonesia.   Pada tahun 1962, Belanda sepakat untuk melepaskan wilayah itu untuk sementara PBB administrasi , menandatangani apa yang disebut New York Agreement , yang termasuk ketentuan bahwa plebisit akan dilakukan sebelum 1969. Militer Indonesia diselenggarakan pemungutan suara ini, yang disebut Act of Free Choice pada tahun 1969 untuk menentukan pandangan penduduk di Papua dan masa depan Papua Barat, hasilnya adalah mendukung integrasi ke Indonesia . Dalam melanggar Perjanjian antara Indonesia dan Belanda, pemungutan suara itu mengacungkan tangan di hadapan militer Indonesia, dan hanya melibatkan 1025 orang, jauh lebih sedikit dari 1% dari mereka yang seharusnya berhak memilih. Keabsahan suara tersebut maka dibantah oleh aktivis kemerdekaan, yang melancarkan kampanye protes kekerasan terhadap pemerintah di Papua dan Papua Barat.   Para pemberontak prinsip organisasi, Gerakan Papua Merdeka (OPM), telah dituduh pelanggaran hak asasi manusia seperti penyanderaan, eksekusi , dan sabotase. [6] , sementara pemerintah Indonesia dituduh pelanggaran HAM, seperti serangan pada OPM-simpatik warga sipil dan orang-orang memenjarakan yang mengangkat OPM bendera Bintang Kejora untuk pengkhianatan . [12] Perkiraan resmi adalah bahwa 150.000 orang Papua (lebih dari 1% dari populasi) dibunuh oleh militer antara tahun 1963 dan 1983 saja [4] .   Melalui program transmigrasi , yang sejak tahun 1969 termasuk migrasi ke Papua, sekitar setengah dari 2,4 juta penduduk Indonesia Papua lahir di Jawa . [4] masyarakat seperti migran sering menjadi sasaran serangan OPM, meskipun perkawinan meningkat dan keturunan transmigran telah datang untuk melihat diri mereka sebagai "Papua" atas kelompok etnis orang tua mereka.         Pada tahun 2010, 13.500 pengungsi Papua tinggal di pengasingan di negara merdeka tetangga Papua Nugini (PNG) [4] , dan kadang-kadang tumpahan memperebutkan perbatasan. Sebagai hasilnya, Papua Nugini Angkatan Pertahanan telah membentuk patroli di sepanjang perbatasan barat PNG untuk mencegah infiltrasi oleh OPM. Selain itu, pemerintah PNG telah mengusir penduduk "pelintas batas" dan membuat janji ada aktivitas anti-Indonesia kondisi untuk tinggal migran di PNG. Sejak akhir tahun 1970, OPM telah membuat ancaman balasan terhadap proyek bisnis PNG dan politisi untuk operasi PNGDF melawan OPM. [14] PNGDF telah melakukan kerjasama patroli perbatasan dengan Indonesia sejak 1980-an, meskipun operasi PNGDF terhadap OPM adalah " paralel "/
10.Konflik Sosial di Maluku
Rekonsiliasi dari Pasar Transaksi
PERISTIWA peledakan bom untuk ketigakalinya di lokasi transaksi di Jalan Dr Tamela, Pohon Puleh - Ambon, tidak menggoyahkan niat Jamal, 38 tahun, dan kawan-kawannya untuk tetap berjualan di kawasan itu. Bom ketiga yang meledak di sebuah kios, meminta dua korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka. Teror demi teror itu tidak menyurutkan nyali Jamal, pedagang sepatu dan pakaian, tetap berjualan. Namun, tak lama kemudian Wali Kota Ambon MJ Papilaja mengeluarkan larangan bagi pedagang berjualan di situ. Larangan itulah yang mencegah Jamal dan kawan-kawannya terus berjualan di lokasi tersebut.
Penghidupan yang baru saja dimulai, kini direnggut sudah. Omzet dagangannya bisa mencapai Rp 300.000 sehari. Sekarang nol besar. Di antara bangku-bangku kosong yang masih berjajar di atas trotoar mereka hanya duduk-duduk menunggu nasib. Hanya segelintir pedagang saja yang masih nekad menggelar dagangannya.
"Soal bom bagi kita biasa saja. Kita tidak berbuat. Kita datang hanya untuk cari hidup. Tempat ini juga bukan hanya transaksi tapi di sini kita bisa bertemu saudara dan teman-teman, baik Muslim maupun Kristen. Mertua saya Nasrani. Saya baru-baru ini saja bisa bertemu mertua saya, di sini, setelah hampir tiga tahun tidak bisa bertemu," tutur Jamal.
John Edward, 60 tahun, penjual cermin dan alat-alat rumah tangga lainnya, melontarkan pendapat yang sama. "Kami berjualan di sini tidak mencari musuh. Cari hidup. Cari makan. Kalau soal bom, lapor saja pada aparat," ujarnya.
Papilaja mengemukakan, larangan berjualan di lokasi transaksi itu terpaksa dikeluarkan karena situasi keamanan tidak memungkinkan. Di situ anak-anak sekolah, mahasiswa, angkutan kota, dan penjual berbaur sehingga aparat susah mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan. Menurut Papilaja, para pedagang sudah sepakat untuk pindah di ruas Jalan Latuhmahina yang diapit dua pos keamanan. "Mereka sudah membuat komitmen untuk pindah," ujarnya.


11.Konflik Sampit
Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura.[1] Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak.[2] Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal.[3] Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak.

Latar belakang
Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.[5] Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.[6] Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.[3] Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.[3]
Ada sejumlah cerita yang menjelaskan insiden kerusuhan tahun 2001. Satu versi mengklaim bahwa ini disebabkan oleh serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Rumor mengatakan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh warga Madura dan kemudian sekelompok anggota suku Dayak mulai membakar rumah-rumah di permukiman Madura.[5]
Profesor Usop dari Asosiasi Masyarakat Dayak mengklaim bahwa pembantaian oleh suku Dayak dilakukan demi mempertahankan diri setelah beberapa anggota mereka diserang.[7] Selain itu, juga dikatakan bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di desa Kerengpangi pada 17 Desember 2000.[8]
Versi lain mengklaim bahwa konflik ini berawal dari percekcokan antara murid dari berbagai ras di sekolah yang sama.[9]
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Sampit

Kasus dugaan pembunuhan warga Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan masih menjadi kontroversi. Ini merupakan ujung dari masalah konflik sengketa tanah adat yang tak kunjung diselesaikan pemerintah. Bagaimana kronologis kasus ini? Unggul, Wakil Masyarakat Desa Sodong Mesuji Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan memaparkannya dalam perbincangan berikut ini.
Apa sebenarnya yang terjadi konflik atau sengketa lahan di Sodong sana?Jadi masyarakat ini menuntut daripada berawal perjanjian pembangunan plasma. Plasma yang pada tahun 1997, itu pernah ada perjanjian pihak masyarakat dengan PT. Treekreasi Margamulya itu dibangun plasma desa, lalu saat itu diserahkanlah 534 surat keterangan tanggal 6 April 1997. Lalu setelah diberikan itu, dijanjikanlah pembangunan plasma desa, pada tanggal 1 Juni 1997 dibuatlah peserta plasma desa melalui KKPA-nya koperasi Makarti Jaya Desa Suka Mukti. Karena di Desa Sungai Sodong itu belum ada koperasi saat itu, daftar peserta KKPA anggota plasma Sungai Sodong itu sudah ditandatangani oleh kepala desa saat itu, camat Mesuji, dan pihak perusahaan.
Yang menjadi penyebab akhirnya menjadi konflik antar warga dengan perusahaan apa?Yang menjadi penyebab konflik adalah plasma tersebut tidak ada realisasi, tidak diserahkan kepada masyarakat secara baik. Jadi selama lima tahun itu tidak ada proses negosiasi dan akhirnya ada juga dikeluarkan oleh perusahaan tanggal 26 Januari 2002 setelah adanya persoalan mungkin ditengah jalan, itu surat kompensasi pergantian daripada lahan tersebut, nilai yang tertera. Jadi selama 10 tahun GM-nya,  yaitu A.M Vincent saat itu yang  menandatangani tanggal 26 Januari 2002 bahwa perusahaan akan memberikan kompensasi selama 10 tahun kepada pemohon plasma desa itu, kepada petani yang memiliki 534 surat tersebut, 1.068 hektar kalau bicara luasnya.
Ini kemudian yang berujung pada konflik warga? Itu terjadi kapan?Iya. Sebenarnya tuntutan masyarakat ini sudah berlangsung terus, tetapi mengacu kepada 2010 itu masyarakat sudah mulai melalui koperasi yang dibangun sudah mengajukan surat kepada pihak perusahaan, kepada pihak pemerintah, kepada DPR RI, juga kepada DPD OKI, itu untuk menyelesaikan persoalan ini.
Bentrokan terjadi pada april lalu?Pada tahun 2010 antara bulan sepuluh atau sebelas masyarakat mulai menduduki, setelah ada negosiasi yang difasilitasi oleh pemerintah. Saat itu pihak pemerintah, DPR masuk ke lahan di area PT. TM/ SWAitu juga pihak perusahaan datang beserta masyarakat, ada negosiasi tentang itu. Setelah negosiasi itu, besoknya masyarakat menduduki lahan yang dituntut sebanyak 633 hektar yang diduduki itu.
Setelah bentrokan itu, apakah sudah ada penyelesaian baik secara hukum maupun lahannya itu?Yang disayangkan itu kenapa sampai terjadinya namanya korban jiwa. Jadi di bulan April itu, perusahaan sebelumnya sudah menurunkan PAM Swakarsa, tanggal 11 ada warga Sungai Sodong, dari desa itu ingin keluar untuk membeli rondak, ditengah jalan jam sebelas ditemukan masyarakat sudah dalam kondisi mengenaskan. Ternyata informasi itu dilakukan oleh pihak keamanan PT, fakta itu masyarakat ketakutan karena melihat kondisi korban itu, informasi terjadi pembalasan atau penyerangan dari beberapa desa.
Bagaimana kondisi terakhir di sana sampai saat ini?Kondisi terakhir, setelah melihat tayangan lagi yang keluar informasi dari mass media ini justru makin membuat masyarakat resah juga. Karena terlihat bahwa kelihatannya isu itu masyarakat akan ditangkap karena kejadian pembalasan kepada pihak PT.
http://www.kbr68h.com/berita/wawancara/16618-inilah-kronologis-kasus-mesuji-sumsel-versi-warga-

13.Inilah Kronologi Konflik Korea Selatan dan Korea utara
Perang antar dua Korea pernah terjadi dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953, adalah sebuah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini juga disebut “perang yang dimandatkan” (bahasa Inggris proxy war) antara Amerika Serikat dan sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet (juga anggota PBB).            Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan.  Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Britania Raya, meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.              Sekutu Korea Utara, seperti Republik Rakyat Tiongkok, menyediakan kekuatan militer, sementara Uni Soviet yang menyediakan penasihat perang dan pilot pesawat, dan juga persenjataan, untuk pasukan Tiongkok dan Korea Utara. Di Amerika Serikat konflik ini diistilahkan sebagai aksi polisional di bawah bendera PBB daripada sebuah perang, dikarenakan untuk menghilangkan keperluan kongres mengumumkan perang.        25 Juni 1950 – artileri telah diluncurkan, tank-tank dan pasukan infanteri Tentara Korea Utara mulai menyerang Korea Selatan, sebuah kawasan di selatannya berseberangan haluan secara politik, yang hanya dipisahkan garis imajiner 38˚.            4 Januari 1951 – Tentara Korea Utara yang dibantu Cina berhasil menguasai Seoul.                        27 Juli 1953 – Amerika Serikat, RRC, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan saat itu, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Secara resmi, perang ini belum berakhir sampai dengan saat ini.
60 tahun kemudian
26 Maret 2010 – kapal perang Korea Selatan Cheonan tenggelam. Korsel menaruh curiga pada Korut. Hubungan kedua negara memanas.          24 November 2010 – Korut melakukan serangan artileri ke pulau Yeonpyeong yang menjadi markas militer Korsel.           Sejak perang 1950-1953, Korea Utara dan Korea Selatan tak pernah mengalami perang terbuka dan total, hanya ada serangkaian perang terbatas. Meskipun kedua negara memiliki dukungan negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia), tetap saja tak pernah terjadi perang berskala dan intensitas besar maupun massif. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa perang kedua negara bersaudara ini adalah perang Proxy, atau perang yang tak melibatkan kekuatan utama yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.    Perang tahun 1950-1953 berakhir dengan tanpa kemenangan, kecuali angka korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak. Ketika itu, politik global masih bi-polar, Amerika Serikat dan Uni Soviet, perang masih dalam tataran perang militer, kemajuan tekonologi dan peradaban dunia tak sepesat sekarang.      Ketika beragam permasalahan bilateral kedua negara bersaudara ini makin kerap terjadi, bisa saja pihak yang merasa terdzalimi, akan melakukan perlawanan. Siapa yang menzalimi dan terdzalimi tentu subyektif bagi kedua negara. Hal sekecil apapun bisa saja menjadi pemicu perang.

14.Ini Kronologi Bentrok Antar Warga Di Palu
JAKARTA, Jaringnews.com - Bentrok antar warga yang terjadi di Kelurahan Nunu di Kecamatan Palu Barat dengan warga Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulteng, Sabtu (7/1) lalu, sekitar pukul 07.15 WITA memakan korban jiwa. Tak hanya itu, sedikitnya dua unit rumah di lokasi bentrok ikut terbakar.

Demikian rilis yang diterima Jaringnews dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri di Jakarta, Senin (9/1).

Dalam rilis tersebut dijelaskan, insiden hari Sabtu tersebut bermula dari adanya letusan yang diduga dari senjata api pada pukul 04.00 WITA, yang membuat warga Kelurahan dan Kelurahan Nunu keluar rumah. Akibatnya, konsentrasi massa pun terjadi di masing-masing wilayah.

Lalu, sekitar 15 orang warga Kelurahan Tavanjuka memasuki Jalan Jati Kelurahan Nunu, namun dapat dihalau anggota Polmas (Perpolisian Masyarakat) dan anggota Polsek Palu Selatan dan Polsek Palu Barat yang segera menenangkan warga.

Namun pada pukul 07.15 WITA, sekitar 50 hingga 100 orang warga, dengan membawa senjata tajam berupa parang, busur dan beberapa diantaranya membawa senapan angin, dari arah Kelurahan Tavanjuka bergerak menuju Kompleks Perumahan Dinas Transmigrasi di Kelurahan Nunu. Bentrok fisik pun tak terelakkan sehingga mengakibatkan jatuh korban.

Adapun korban tersebut yakni Ridwan (33 tahun), warga Kelurahan Nunu yang meninggal dunia akibat terkena tembakan senapan angin. Sementara itu, korban luka-luka terdiri dari seorang anggota Polri bernama Briptu Much. Asrum (24 tahun) dari unit P3D Polres Palu terkena tembakan senapan angin, sebanyak 23 orang warga mengalami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin, serta 10 orang warga mengalami luka-luka akibat terkena senjata tajam.

Dalam penyisiran di lokasi insiden tersebut, kepolisian juga telah berhasil melakukan penyitaan barang bukti berupa 97 buah busur panah, tiga buah pecahan bom Molotov, dua butir proyektil senapan angin dan sebuah parang.

Untuk mencegah konflik berkelanjutan, Kapolda Sulteng mengundang pejabat pemerintah daerah tingkat II dan pejabat kelurahan/kecamatan yang bertikai untuk mencari solusi atas masalah yang terjadi.
15.KONFLIK MESUJI
Polisi Halau Warga Mesuji yang Berunjuk Rasa
    
BANDAR LAMPUNG--MICOM: Polisi memukul mundur warga Mesuji, Lampung, yang berdemonstrasi serta membakar PT Barat Selatan Makmur Invesindo. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Warga hanya membakar sisa-sia gedung yang sebelumnya pernah dibakar. Tapi anggota kami menghalau massa hingga tidak ada kejadian yang serius apalagi korban jiwa," kata Kapolda Lampung Brigjen Joedie Rooseto saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu (25/2).

Konflik antara PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI) dengan warga Mesuji, Lampung, Sabtu pagi, kembali terulang. Awalnya warga berunjuk rasa, kemudian membakar sisa kantor dan mes perusahan itu.

Menurut Kapolda, pihaknya tetap melakukan pengamanan di titik rawan konflik di Mesuji. "Mesuji, memang lokasi rawan konflik. Dengan segala keterbatasan anggota kami yang bertugas di sana, kami tetap menjaga titik-titik yang rawan itu," ujarnya.

Sebelumnya tokoh warga yang mewakili tiga desa di kawasan PT BSMI, Ajar Etikana, meminta DPR segera kembali melakukan peninjauan ke kawasan perkebunan sawit itu, untuk menemui masyarakat pemilik hak tanahadat. Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan hak guna usaha perusahaan dicabut sesuai dengan rekomendasi tim gabungan pencari fakta (TGPF) beberapa waktu lalu. "Sekarang ini, situasi di kawasan masih memanas," katanya.

Konflik PT BSMI dengan warga setempat berlangsung sejak 17 tahun lalu. Warga menuntut adanya perbaikan dan ganti rugi plasma 7.000 hektare yang sebelumnya dijanjikan oleh perusahaan. Namun perusahaan tidak memberikan ganti rugi itu hingga pada November 2011 warga berusaha memanen lahan yang diklaim milik mereka. (Ant/OL-01)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/25/301098/126/101/Polisi-Halau-Warga-Mesuji-yang-Berunjuk-Rasa
16. 34 Korban Konflik Dirawat di RSUD Jayapura
Jayapura (ANTARA News) - Sebanyak 34 warga Kabupaten Tolikara, Papua, terpaksa harus diterbangkan ke Jayapura untuk dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DOK II karena terluka parah akibat konflik Pilkada yang terjadi di daerah itu .

Ke-34 warga itu diketahui sebagai pendukung calon Bupati John Tabo, sebagian besar dari mereka terluka terkena anak panah di dada, perut, kepala, kaki, bahkan ada yang . Di mana kebanyakan dari mereka terluka panah di bagian dada, perut, kepala, kaki serta mata.

Menurut soerang pendukung John Tabo, Linus Yikwa, di Jayapura Jumat, masih ada sekitar 40 lebih korban lagi yang akan di evakuasi ke Jayapura. Di mana seluruhnya terkena luka panah yang sangat serius, sehingga harus dirawat secara intensif.

Konflik itu, kata Linus, dipicu terjadinya pergantian antar waktu (PAW) KPU lama, langkah yang tidak diinginkan oleh pendukung John Tabo.

Sementara pendukung Usman menginginkan KPU baru harus melaksanakan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tolikara.

Akibat konflik yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Pilkada yang dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat (17/2) terpaksa ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Pilkada Tolikara ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Nanti akan dilihat perkembangan kondisi di lapangan bila sudah kondusif dapat dilanjutkan," kata Ketua KPU Provinsi Papua, Benny Sweny.

(KR-ALX)
Editor: Suryanto





16.KONFLI K AGRARIA

141 Korban Akibat Konflik Lahan Sawit di Riau

Dua tahun terakhir, tercatat 141 korban akibat konflik agraria, khususnya antara warga tempatan dengan perusahaan kepala sawit di Riau. Dari jumlah itu, seorang petani tewas akibat mempertahankan lahan mereka yang dicaplok perusahaan sawit di Kabupaten Kuantan Singingi.
Demikian diungkapkan Koordinator Forum Nasional Serikat Petani Kepala Sawit (SPKS) Mansuetus Darto dalam diskusi dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) di Pekanbaru, Rabu (22/2).

Menurutnya, konflik agraria di perkebunan kelapa sawit seakan tidak pernah surut dari tahun ke tahun. Apalagi Riau merupakan wilayah yang memiliki posisi secara nasional penghasil CPO (crude palm oil). Hampir 40 persen CPO nasional dipasok dari Riau, namun daerah ini juga tercatat sumber konflik paling besar dalam kebun sawit.

"Kita menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Kabupaten/kota di Riau yang tidak segera merespon konflik agraria antara warga petani dengan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit," tukasnya.

Padahal, imbuh Darto, Direktorat Jenderal Perkebunan telah menyurati Kepala Daerah untuk segera menyelesaikan konflik lahan perkebunan di daerahnya masing-masing.

Hal senada diungkapkan Sekjen Jaringan Masyarakat Gambut (JMG) Riau, Irsyadul Halim. Dikatakannya, dalam kurun waktu Januari-Pebruari di Riau terjadi sebanyak 11 kasus konflik lahan perkebunan sawit.

Kasus terakhir konflik antara puluhan sekuriti PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) dibantu puluhan BKO Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Dari kejadian itu, enam warga mengalami luka tembak peluru karet oknum Brimobsu tersebut.

"Konflik lahan atau konflik agraria di Riau ini jika tidak segera ditangani akan menjadi "bom waktu"," ungkap Halim lagi. (dw)

18. KONFLIK KELUARGA

Jason menemukan adik istrinya benar-benar menjengkelkan. Sara, istrinya, sangat dekat dengan adiknya. Mereka berbicara beberapa kali seminggu di telepon, dan dia datang hampir setiap hari Minggu sore. Sara tahu bahwa Jason terganggu oleh kakaknya, tetapi tidak pernah tahu mengapa. Jason menjadi marah setiap kali dia datang dan selalu meninggalkan ruangan. Sara dan ia sering bertengkar Minggu malam setelah kakaknya pergi.

Pada suatu hari Minggu, adik Sara tinggal untuk makan malam, dan Jason jelas kecewa. Dia terus emosi untuk dirinya sendiri sampai dia pulang, tapi kemudian ia berteriak pada Sara. "Kenapa kakakmu harus selalu datang dan menghancurkan hari Minggu kita? Ini hari yang kita miliki bersama dan dia reruntuhan untuk saya "Setelah mereka berbicara tentang hal itu lagi!, Yang keluar bahwa apa yang benar-benar terganggu Jason paling tentang adik Sara adalah timing-nya. Minggu adalah hari pertama ia benar-benar diandalkan untuk bersantai, dan ia merasa ia harus menjadi tuan rumah ketika kakak Sara sudah berakhir. Dia ingin duduk di kursi ruang duduk dan mendengarkan CD-nya tanpa perlu khawatir tamu.
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://life.familyeducation.com/marriage/family/45602.htm









18. Konflik Pribadi Antara Luis Suarez dengan Patrice Evra

Tampaknya luka kecewa Luis Suarez belum sembuh. Aku coba memakluminya. Dihukum tak boleh tampil 8 pertandingan karena Patrice Evra ‘cerewet’ melaporkan adanya 7 kali hinaan “negro” dalam laga tahun lalu, tanpa sedikitpun mendengar pembelaan Luis bahwa kata2 itu adalah reaksi atas sebutan “latino” dari Patrice, tentu saja Luis kecewa, dan seluruh punggawa Liverpool dan fans the Reds di seluruh dunia. Tidak heran, saat Man. United takluk  2-1 di Anfield beberapa pekan lalu dalam laga Piala FA, seluruh stadion berteriak huuuu…setiap kali Patrice kuasai bola. Dan lihatlah puas wajah Luis kala itu. Tak ada yang lebih hepi dari Luis malam itu.Barusan di Old Trafford, hasil akhir berbalik ke sisi Patrice.Tak ada yang lebih hepi darinya. Dia malah secara provokatif berselebrasi di samping Luis yang berjalan gontai keluar lapangan setelah timnya takluk 2-1. Hampir saja terjadi insiden tawuran ala liga Indonesia karena teman2 Luis yang tak terima Patrice selebrasi lebay.Semuanya bermula sebelum laga dimulai. Sesi saling jabat tangan sebelum  laga sungguh emosional. Luis membiarkan tangan Patrice galau di udara saat dia langsung skip ke tangan De Gea. Patrice hanya sempat separuh maksa mencengkeram lengan Luis dan dikibas begitu saja. Ohh, dua pemain pro ini belum berdamai rupanya. Padahal sebelum laga bahkan Kenny Dalglish jamin bahwa Luis bakal salaman dengan Patrice.Barangkali bakal ada banyak kecaman bagi Luis setelah adegan malam ini. Mungkin juga kecaman bagi Patrice yang coba provokasi di akhir laga. Dalam banyak kesempatan Luis sering bilang bahwa persoalan dalam lapangan sebaiknya berhenti sejak tiup panjang wasit. Tetapi Patrice yang merasa begitu terhina memilih membawanya ke meja komisi disiplin. Dan isu rasisme itu telah menghukum Luis 8 laga tak boleh tampil. FA berlebihan? Patrice berlebihan? Atau Luis yang tak bisa mengontrol kata-katanya? Entahlah… Barangkali bagi Luis permusuhan dengan Patrice memang tak bakal ada damai semenjak Patrice sendiri yang pertama melontarkan hinaan “latino”. Bukankah Latino juga merupakan ras tersendiri? Lalu kenapa hanya Negro yang dibela? Apakah sejarah panjang perbudakan Negro yang membuat ras Eropa begitu merasa bersalah dan perlu terus-menerus memulihkan luka Negro dengan menghukum siapa saja yang menghina Negro meskipun tak sedikit juga Negro yang mulai duluan? Maaf, sebutan Negro dariku tanpa tendensi apa-apa, hanya menyebut ras begitu saja.Aku berharap kubu Man. United maupun kubu Liverpool melakukan upaya damai antara klub, tanpa melibatkan otoritas sepakbola Inggris. Atau lebih baik lagi tak perlu libatkan klub. Cukup beberapa sahabat Luis dan Patrice bersama2 mencari moment yang tepat supaya keduanya berjabat tangan dan berpelukan. Entah itu sambil ngopi atau minum2 wine atau bir di hari-hari rehat pertandingan. Atau perlukah bantuan damai dari kucing Anfield? Ehh…Salam damai untuk semua pecinta sepakbola. Fans Man. United dan Liverpool di Indonesia tetap saling jabat damai ya…
http://dwipaakgas14.blogspot.com/2012/02/konflik-luis-suarez-antara-patrice-evra.html
19. . Konflik Pribadi Lilit SBY-Sultan
Hubungan Presiden SBY dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menegang. Konflik kedua tokoh itu telah berlangsung lama sejak menjelang Pilpres 2009 lalu.Konflik bermula saat Sultan menyatakan kesiapan dirinya menjadi calon presiden bertarung dengan SBY bila rakyat menghendakinya. Sejak saat itu, SBY dan Sultan jarang tampil bersama.
Bahkan saat raja-raja di Nusantara yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) dikumpulkan Presiden SBY di Istana pada 29 November 2008 lalu, Sultan HB X tidak diundang. SBY hanya mengundang 57 raja se-Indonesia, dan tidak termasuk Sultan.Mereka yang diundang antara lain berasal dari Riau, Kepri, Sumsel, Sumbar, Lampung, Jatim Madura, Bali, NTB, NTT, Kalbar, Kaltim, Sulsel, Sulteng, Sumbar, Maluku, dan Papua Barat. Namun, Sultan tidak terlihat di antara undangan yang hadir.
Sultan mengaku tidak tahu alasan kenapa tidak diundang di acara itu. Meskipun tidak hadir dalam acara FSKN tersebut, Sultan menyatakan sampai saat ini dirinya masih menjadi anggota forum tersebut.Kemudian, SBY melancarkan sindiran terhadap Sri Sultan HB X yang tak datang pada acara raker gubernur yang diselenggarakan di Depdagri pada 11 Desember 2008. Sultan hanya mengutus Wagub DIY, Sri Pakualam IX.
Kini, dua tokoh itu kembali bersitegang. Presiden SBY menganggap pemerintahan Yogyakarta yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X monarki.“Situasi yang lalu (saat pilpres) ada suatu konflik antara Sultan dan presiden. Semestinya, itu normal saja dalam situasi politik, dan tidak dibawa-bawa dalam urusan yang lebih strategis dan luas,” kata Anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo di Jakarta, Senin 29 November 2010.
Anggota Fraksi PDIP ini menjelaskan, pada pasal 18 UUD 1945 telah mengatur kekhususan suatu daerah. Termasuk sistem pemilihan melalui penetapan Kepala Daerah Yogyakarta merupakan kekhususan yang dimiliki Yogyakarta. Selaku negara demokrasi, penerapan kekhususan daerah terjadi juga di daerah Aceh, Papua maupun Jakarta.
“Jadi apa yang menjadi masalah, justru kita khawatur presiden mempolitisasi UU ini, ini yang tidak sehat. Kalau itu ada urusan pribadi ya diselesaikan secara pribadi,” imbuhnya.
Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Vernando Wanggai mengatakan, Presiden SBY menghargai keistimewaan DI Yogyakarta. Dia meminta bentuk keistimewaan ini tidak dimaknai secara sempit pada rekrutmen kepala daerah saja.
“Keistimewaan Yogyakarta ini tidak hanya dimaknai secara sempit pada rekrutmen kepala daerah saja, namun filosofi utama adalah negara mengakomodasi prinsip keistimewaan Yogyakarta ke dalam sisi kewenangan yang luas dan kewenangan khusus,” jelas Velix.
Ia mengatakan, negara juga mengakomodasi kelembagaan pemerintahan daerah yang menghargai warisan tradisi, keuangan daerah, kebudayaan, pertanahan dan penataan ruang, serta kehidupan demokrasi lokal. Pada prisinsipnya, pemerintah ingin menggabungkan tradisi keraton dengan sistem demokrasi yang berkembang sekarang ini. Namun, bukan berarti ingin membenturkan tradisi di DIY dengan sistem demokrasi yang dianut.
20. KONFLIK SEKOLAH
Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Pemicunya yaitu biasanya dendam.Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut.Sebenarnya jika kita mau melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah. Sebagaimana kita tahu bahwa materi pendidikan sekolah di Indonesia itu cukup berat . Akhirnya stress yang memuncak itu mereka tumpahkan dalam bentuk yang tidak terkendali yaitu tawuran.Dari aspek fisik,tawuran dapat menyababkan kematian dan luka berat bagi para siswa. Kerusakan yang parah pada kendaraan dan kaca gedung atau rumah yang terkena lemparan batu.sedangkan aspek mentalnya , tawuran dapat menyebabkan trauma pada para siswa yang menjadi korban, merusak mental para generasi muda, dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.Setelah kita tahu akar permasalahannya , sekarang yang terpenting adalah bagaimana menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini. Dalam hal ini, seluruh lapisan masyarakat yaitu, orang tua , guru/sekolah dan pemerintah.Pendidikan yang paling dasar dimulai dari rumah.Orang tua sendiri harus aktif menjaga emosi anak..Orang tua seharusnya tidak mendikte anak, tetapi memberi keteladanan.Tidak mengekang anak dalam beraktifitas yang positif. Menghindari kekerasan dalam rumah tangga sehingga tercipta suasana rumah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang si anak Menanamkan dasar-dasar agama pada proses pendidikan. Tidak kalah penting adalah membatasi anak melihat kekerasan yang ditayangkan Televisi. Media ini memang paling jitu dalam proses pendidikan.Orang tua harus pandai-pandai memilih tontonan yang positif sehingga bisa menjadi tuntunan buat anak.Untuk membatasi tantonan untuk usia remaja memang lumayan sulit bagi orang tua.Karena internetpun dapat diakses secara bebas dan orang tua tidak bisa membendung perkembangan sebuah teknologi Filter yang baik buat anak adalah agama dengan agama si anak bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh buruk apapun dan dari manapun.Dan pendidikan anak tidak seharusnya diserahkan seratus persen pada sekolah.Peranan sekolah juga sangat penting dalam penyelesaian masalah ini. Untuk meminimalkan tawuran antar pelajar, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, agar siswa/i tidak seenaknya keluyuran pada jam – jam pelajaran di luar sekolah. Yang kedua mengkondisikan suasana sekolah yang ramah dan penuh kasih sayang . Peran guru disekolah semestinya tidak hanya mengajar tetapi menggatikan peran orang tua mereka. Yakni mendidik..Pemerintah harus tegas dalam menerapkan sanksii hukum Berilah efek jerah pada siswa yang melakukan tawuran sehingga mereka akan berpikir seratus kali jika akan melakukan tawuran lagi.Karena bagaimanapun mereka adalah aset bangsa yang berharga dan harus terus dijaga untuk membangun bangsa ini.    (http://elearning.unesa.ac.id/myblog/alim-sumarno/fenomena-tawuran-antar-pelajar)

PENUTUP
Dengan usaha dan kerja keras kami dalam pembuatan kliping ini,akhirnya kami dapat menyelesaikan kliping ini dengan tepat pada waktunya dan semaksimal mungkin sebagai tugas KEWIRAUSAHAAN pada materi pembelajaran MENGELOLA KONFLIK. Semoga kliping ini bisa bermanfaat untuk para pembaca dan tentunya bagi kami sendiri, dan dari kliping ini semoga pembaca dapat mengetahui jenis-jenis konflik yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita. Untuk itu demi kemajuan kliping kami pada tugas-tugas mendatang, saran dan kritik akan selalu terbuka untuk kami. Dan apabila terdapat kesalahan penulisan, ejaan kata dan lain sebagainya kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum.wr.wb.

5 komentar:

  1. SAYA INGIN BERTERIMAKASIH BANYAK KEPADA MBAH RINGGO YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN MBAH SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN MBAH RINGGO YANG MEMBERIKAN ANKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANKA TERNYATA BERHASIL..BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA MBAH RINGGO SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 085-205-213-777-JANGAN ANDA RAGU SUDAH MEMBUKTIKANN DALAM 7 KALI PUTARANG
    • لالله�أشهدألاإله إلاالله،وأشهدأن محمدرسوالله صلى الله عليه وسلموعليكومالله�أشهدألاإله
    █▀▀░█░█▀█░█░█▀█░█░░░█▀█▀█░█▀█░░█▀█░█░█
    █▀░░█░█░█░█░█▄█░█░░░█░█░█░█▀▀█░█▄█░█▄█░░░░░░░░░░░░░
    █░░░█░█░█▄█░█░█░█▄▄░█░░░█░█▄▄█░█░█░█░█░▄░░▄░░▄░░▄░░


















    SAYA INGIN BERTERIMAKASIH BANYAK KEPADA MBAH RINGGO YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN MBAH SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN MBAH RINGGO YANG MEMBERIKAN ANKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANKA TERNYATA BERHASIL..BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA MBAH RINGGO SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 085-205-213-777-JANGAN ANDA RAGU SUDAH MEMBUKTIKANN DALAM 7 KALI PUTARANG
    • لالله�أشهدألاإله إلاالله،وأشهدأن محمدرسوالله صلى الله عليه وسلموعليكومالله�أشهدألاإله
    █▀▀░█░█▀█░█░█▀█░█░░░█▀█▀█░█▀█░░█▀█░█░█
    █▀░░█░█░█░█░█▄█░█░░░█░█░█░█▀▀█░█▄█░█▄█░░░░░░░░░░░░░
    █░░░█░█░█▄█░█░█░█▄▄░█░░░█░█▄▄█░█░█░█░█░▄░░▄░░▄░░▄░░

    BalasHapus
  2. terimakasih banyak nih iaaa :)

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak atas infonyaaa.... sangat bermanfaat... :D

    BalasHapus